Penyakit Akibat Minum Es Sembarangan
30/07/2025 | ArtikelMinum es memang menyegarkan, apalagi saat cuaca panas. Namun, jika es yang dikonsumsi dibuat dari air yang tidak bersih atau diproses tanpa standar kebersihan, justru bisa menjadi ancaman bagi kesehatan. Banyak orang tidak menyadari bahwa minum es sembarangan bisa menyebabkan berbagai penyakit serius. Berikut ini 10 penyakit yang dapat muncul akibat konsumsi es yang tidak higienis:
1. Diare Akut
Es yang dibuat dari air tercemar bisa mengandung bakteri seperti E. coli atau Salmonella. Jika tertelan, bakteri ini dapat menyebabkan diare parah, dehidrasi, bahkan komplikasi jika tidak segera ditangani.
2. Keracunan Makanan
Kontaminasi pada es dapat terjadi saat proses pembuatan, penyimpanan, atau distribusi. Jika es digunakan dalam minuman atau makanan, maka risiko keracunan makanan pun meningkat, dengan gejala seperti mual, muntah, dan nyeri perut.
3. Hepatitis A
Virus hepatitis A dapat menular lewat makanan dan minuman yang tercemar, termasuk es batu. Infeksi ini menyerang hati dan bisa menimbulkan gejala berat seperti demam, kelelahan, dan kulit menguning (jaundice).
4. Tifus (Demam Tifoid)
Bakteri Salmonella typhi bisa berkembang di air yang tidak bersih. Jika masuk lewat es yang dikonsumsi, infeksi tifus bisa terjadi, ditandai dengan demam tinggi, lemas, dan gangguan pencernaan.
5. Kolera
Kolera adalah infeksi usus serius yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, biasanya menyebar melalui air tercemar. Es yang tidak bersih bisa menjadi sarana penyebarannya dan memicu diare berair hebat yang bisa berujung pada dehidrasi ekstrem.
6. Infeksi Parasit
Es yang dibuat dari air tidak matang bisa membawa parasit seperti Giardia atau Entamoeba histolytica, penyebab penyakit seperti giardiasis dan amebiasis. Gejalanya bisa berupa kembung, diare berdarah, dan nyeri perut.
7. Infeksi Saluran Pencernaan
Minum es sembarangan bisa mengganggu flora normal di usus dan menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, sakit perut, dan buang air besar tidak teratur.
8. Infeksi Saluran Pernapasan Atas
Bakteri yang masuk lewat es bisa memicu infeksi pada tenggorokan atau amandel (tonsilitis). Gejalanya antara lain radang tenggorokan, nyeri saat menelan, hingga demam ringan.
9. Demam Berdarah Sekunder
Meskipun es tidak secara langsung menyebabkan DBD, konsumsi es dari air tergenang atau lingkungan kotor dapat memicu perkembangan nyamuk Aedes aegypti. Kebersihan lingkungan tempat produksi es sangat berpengaruh dalam pencegahan DBD.
10. Gangguan Imunitas Tubuh
Konsumsi es yang tidak higienis secara berulang bisa membebani sistem imun tubuh karena tubuh terus-menerus melawan bakteri atau virus dari es yang tercemar. Dalam jangka panjang, ini bisa menurunkan daya tahan tubuh secara umum
